Pengikut

BUKU TAMU

sms gratisss



Selasa, 25 September 2012

REM TROMOL COLT


share on facebook


1.    Rem Tromol
A.    Pengertian
Rem merupakan bagian kendaraan yang sangat penting dalam mendukung aspek keamanan berkendaraan. Tujuan dipasangnya rem pada kendaraan untuk mengurangi kecepatan, menghentikan, memarkir kendaraan pada jalan yang mendaki, dengan kata lain melakukan kontrol terhadap kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan merupakan alat pengaman yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala. Oleh karena itub,aik atau tidaknya kemampuan rem secara langsung menjadi persoalan yang sangat penting bagi pengemudi diwaktu mengendarai kendaraan. Jadi fungsi rem harus dapat mengatasi kecepatan kendaraan.
Rem yang digunakan untuk kendaraan harus memenuhi syarat -syarat sebagai berikut :
·       Dapat menghentikan kendaraan secepat mungkin.
·       Dapat bekerja dengan baik
·       Dapat melaksanakan pengereman sesuai kehendak pengemudi.
·       Dapat dipercaya dan mempunyai days tekan yang cukup
·       Rem itu harus mudah diperiksa dan disetel.
B.    Prinsip Kerja Rem
Kendaraan tidak akan berhenti dengan segera apabila masih dibebaskan (tidak dihubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung tetap bergerak. Kelemahan ini harus dikurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti.
Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (gerak) untuk menggerakan kendaraan. Sebaliknya, rem mengubah energi kinetik (gerak) kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan. Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua obyek.


Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda.
Karena self – energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu, kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil.





PEMBONGKARAN DAN PERAKITAN REM TROMOL :
A.    Alat dan Bahan :
1.     Mobil colt
2.     Kunci roda
3.     Dongkrak
4.     Kunci pas 10-11
5.     Kunci pas 12-13
6.     Tang
7.     Obeng
8.     Majun
9.     Kompresor dan
10.  Minyak rem


B.    Proses Kerja
Keselamatan kerja :
ü  Menggunakan pakaian kerja
ü  Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
ü  Membongkar,merakit,& memasang sesuai prosedur
ü  Meletakan komponen-komponen yang sudah terbongkar pada tempat yang sudah di sediakan
ü  Apabila ada kesulitan tanyakan pada instruktur
ü  Mematuhi peraturan bengkel
ü  Menjaga kebersihan bengkel
C.    Pembongkaran rem tromol
    1. Lepas roda
    2. Lepas tromol rem
    3. Lepas skrup, dan kemudian lepas tromol rem
    4. Lepas penyumbat dari backing plat
    5. Masukkan SST atau obeng melalui lubang, dan kurangi penyetelan sepatu rem dengan memutar mur penyetel
    6. Lepas pegas pembalik
    7. Lepas sepatu rem
    8. Menggunakan SST, lepas pegas penahan sepatu rem atas, dua mangkuk mankuk dan pen, kemudian lepas sepatu rem
    9. Dengan cara yang sama, sepatu bawah
    10. Bila perlu, lepas silinder roda
D.     Pemeriksaan rem tromol
1. Periksa komponen yang dibongkar

2. Ukur pelapis sepatu rem
Ketebalan minimum: 1,0 mm (0,039 in)
Ketebalan standart: 6,0 mm (0,236 in)
Bila ketebalan pelapis sepatu kurang dari nilai minimum atau terlihat dari tanda-tanda keausan yang tidak merata, gantilah sepatu rem.

3. Ukur diameter dalam tromol rem
Diameter Maksimum: 230,6 mm (9,079 in)
Diameter standart: 228,6 mm (9,000 in)
Bila tromol rem tergores atau aus, tromol rem di bubut sampai pada batas diameter maksimum.

4. Periksa persinggungan pelapis sepatu rem dan tromol rem
5. Periksa silinder roda terhadap karat atau kerusakan
6. Periksa backing plat terhadap kerusakan atau keausan
E.    Perbaikan Rem Tromol
1.     Mengganti kanvas rem yang sudah aus
Bila kanva sudah tidak memenuhi standart/limit, makakanvas harus dig anti dengan yang baru.
2.     Mengganti piston cup
Piston cup yang sudah sobek harus diganti, karena apabila piston cup tidak diganti maka pada saat di lakukan pengereman akan terjadi kebocoran di dalam silinder sehingga pengereman tidak akan terjadi.
3.     Membleeding minyak rem
Minyak rem yang kurang/kecil tekananya menyebabkan pengereman kurang baik karena terdapat gelembung udara di dalam reservoir/selang, sehingga minyak rem harus di bleeding.





F.     Pemasangan Rem Tromol
1)     Memasang back plate rem ke axle belakang
·       Lumasi sealent  joint seam pad axle housing dan back plat
·       Pasang axle shaft ke axle housing belakang
·       Kencangkan mur back plat rem
·       Pasang silinder roda dan kencangkan baut silinder roda mur pipa rem
·       Pasang kabel rem tangan ke back plate

2)     Memasang silinder roda
·       Berikan water fight sealent ke silinder roda lepaskan plug cup dari pipa rem dan pasangkan pipanya
·       Pasangkan silinder roda ke back plate dan kencangkan bautnya
·       Sambungkan pipa rem ke silinder roda dan kencangkan murnya
·       Pasang plug cup ketempatnya
3)     Memasang shoe
·       Rakitlah part yang telah silepas sebelumnya
·       Pasangkan penahan spring dengan menekan dan memutarkan pin penahan
4)     Memasang tromol rem
·       Untuk mendapatkan celah maximum antara shoe dengan tromol masukan obeng antara rod dan ratchet kemudian tekan ke bawah
·       Pasang tromol sesudah memastikan bahwa tidak ada kotoran dan oli didalamnya
·       Selesai melakukan pemasangan tekan pedal rem dengan beban 30 kg beberapa kali untuk memperoleh celah antara tromol dengan shoe
5)     Pasangkan roda dan kencangkan mur-murnya
6)     Periksa untuk memastikan apakah tromol dapat berputar dengan bebas (tidak tertahan oleh shoe) turunkan dongkrak dan lakukan pengetesan




G.   Kesimpulan
Sistim rem tromol yang pengeremannya tidak bekerja d karenakan piston cup  yang sudah rusak (pada karet sudah banyak terjadi sobekan) pada saat rem digunakan akan mengakibatkan daya pengereman kurang bahkan bisa tidak terjadi pengereman sama sekali, perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti piston cup, melakukan pembleedingan dan penyetelan shoe tromol, agar rem dapat bekerja dengan baik.


  1. Komponen-Komponen Rem Tromol
    1.    Backing plate
    2.    Silinder roda (Wheel cylinder)
    3.    Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining)
    4.    Tromol rem (Brake drum)
·        Backing Plate

Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate.
·        Silinder Roda

Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda, sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem.
Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup. Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem.
Apabila rem tidak bekerja, maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem .
Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem.
·        Sepatu Rem dan Kanvas Rem

Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran.
Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol.
Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran fiber metalic dengan brass, lead, plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu.

·        Tromol Rem

Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda.
Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja, maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C.













TIPE REM TROMOL
Berikut di bawah ini merupakan tipe-tipe dari rem tromol

1. Tipe leading dan trailing

Sistem pada tipe ini bekerja dengan bagian ujung atas masing-masing sepatu rem ditekan membuka oleh silinder roda (wheel cylinder). Sedangkan bagian ujung bawah berputar atau mengembang.

2. Tipe two-leading

Action Tipe two-leading shoe dibagi menjadi dua single dan duoble action.
Tipe single action two-leading shoe mempunyai dua silinder roda yang masing-masing mempunyai satu piston pada tiap sisinya. Tipe ini digunakan pada rem depan kendaraan penumpang dan niaga.
Tipe double action two leading shoe mempunyai dua silinder roda, dan pada tiap sisinya terdapat dua torak. Cara kerja tipe rem ini bekerja efisiensi dalam dua arah yaitu maju dan mundur, banyak digunakan pada rem belakang kendaraan niaga.












3. Tipe uni-servo

Tipe uni-servo mempunyai silinder roda tunggal dengan satu piston saja, dan penyetelannya berhubungan dengan kedua sepatunya.

4. Tipe duo-servo

Tipe dou-servo ini merupakan versi penyempurnaan uni-sevo yang mempunyai dua piston pada setiap silindernya. Selama silinder roda menekan kedua sepatu rem saat rem bekerja, maka tipe ini mempunyai gaya pengereman yang tinggi terhadap tromol tanpa terpengaruh oleh gerak arah putaran roda.


v Trouble Shooting Pada Suspensi Jenis Pegas Daun
·       Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü  Kendaraan bergoyang/pantulanya tidak baik
·       Penyebab :
1)     Peredam kejutnya patah
2)     Mur pengikat baut U kurang kencang
·       Cara mengatasi :
1)     Ganti peredam kejut yang patah
2)     Kencangkan mur pengikat baut U sesuai spesifikasi.
ü  Kendaraan tidak nyaman waktu dikendarai
·       Penyebab :
1)     Pegas daun patah
2)     Peredam kejut lepas/patah
·       Cara mengatasi :
1)     Ganti pegas daun yang patah
2)      Jika peredam kejut lepas pasang kembali dan jika patah harus diganti


Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

shoutmixxxx


ShoutMix chat widget

Comment

 

Copyright 2011 All Rights Reserved Magazine 4 column themes by Ibnu Sabili R